[IDX]Indonesia Stock Exchange

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

[IDX]Indonesia Stock Exchange

Post  RoxaR on Mon Sep 22, 2008 7:05 pm

Disini tempat kumpul investor dan trader yang aktif di bursa saham indonesia

Kita bersama membahas prospek kedepan dalam bursa saham di Indonesia.

analisa dan rumors perkembangan tiap emiten bursa silahkan dipost disini

Beberapa link yang berguna :

- Web BEI
http://www.idx.co.id/

-Laporan Keuangan Emiten BEI
http://202.155.2.90/corporate_action...oran_keuangan/

-Analisa laporan keuangan emiten
http://www.ft.com
(Penggunaan : pada quote ketik saham pilihan:JKT, misal ANTM, jadi ketik ANTM:JKT)
untuk mengunduh bisa menggunakan program excel. dapat dilihat di sini
http://finance.groups.yahoo.com/grou.../message/86538

-Download Info CA, Deviden, dll.
http://www.ksei.co.id/content.asp?id=10&bhs=Ihttp://

- Web referensi berita rumors terbaru :
http://www.detikfinance.com/
http://www.kompas.com/bisniskeuangan/sahamvalas/
http://economy.okezone.com/
http://mediaindonesia.com/index.php?sub_id=MTk=
http://www.investorindonesia.com/index.php
http://vibiznews.com/1new/stocks_news.php
http://www.bursarumor.com/

-List daftar link harga komoditi :

Palm Oil Malaysia
http://www.palmoil.com/index.php?q=D1VTWls=
DJ US Coal Index
http://bigcharts.marketwatch.com/ind...pind=aaaaa%3A0
Reuters - oil, gas, etc.
http://www.reuters.com/finance/commodities/energy
UK coal
http://www.ukcoal.com/chart
International coal
http://www.iii.co.uk/investment/deta...chartwidth=500
CNN
http://money.cnn.com/data/commodities/index.html?
Herald Tribune
http://markets.iht.com/research/comm...ommodities.asp
Metal
http://www.kitcometals.com/
World market index
http://www.forbes.com/commodities/
Oil Nymex
http://www.nymex.com/index.aspx
Oil Price
http://www.oil-price.net/





RoxaR

http://www.roxar.wordpress.com/
avatar
RoxaR
newbie

Jumlah posting : 57
Registration date : 22.09.08

Lihat profil user http://www.roxar.wordpress.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: [IDX]Indonesia Stock Exchange

Post  RoxaR on Tue Sep 23, 2008 5:28 am

Free TA Softeware



Download






:rose:
avatar
RoxaR
newbie

Jumlah posting : 57
Registration date : 22.09.08

Lihat profil user http://www.roxar.wordpress.com

Kembali Ke Atas Go down

Tips screening stock

Post  RoxaR on Fri Oct 03, 2008 7:13 pm

Untuk screening fundamental jangka pendek bisa dilihat rasio DER, PER ROA, ROE, ROI. untuk optimalisasi investasi jangka pajang bisa dilihat

P/L statment yang meliputi NPM, OPM, seles, lihat untuk FS yoy selama paling tidak 5 tahun postif ??? kalau ada yang negatif (buang saja....), kalau cuma ada 1 tahun negatifnya bisa masuk list tunggu....

BS statment liat asset dan equity, usahakan ada trend bertambah.... kalau trendnya menurun... buang saja..... Very Happy

CF statment cash flow harus postif yoy, kalau ada negatifnya alias rugi pada tahun tertentu.... skip aja... ga konsisten berarti..... Smile

Selain sreening di atas....

hal penting yang harus diperhatikan adalah tingkat return ROE,ROA dan ROI paling gak jika perusahaan bagus angka diatas 20% yoy.

Operation margin... usahakan diatas 20% lebih bagus diatas 30% ini menunjukan kinerja yang kuat dari perusahaan.... (lebih aman dari kebangkrutan jika terjadi krisis)

selain itu DER ada trend menurun atau kalau tidak usahakan dibawah 1 rasionya.... bahaya jika mendekati 3, diatas 3 buang saja.... (ini kecuali saham saham pada sektor perbankan... masih ok dengan DER tinggi)

Semuanya itu kalau bisa ada data minimal 5 tahun terakhir.... lebih bagus jika menggunakan data 10 tahun terakhir

:beer:
avatar
RoxaR
newbie

Jumlah posting : 57
Registration date : 22.09.08

Lihat profil user http://www.roxar.wordpress.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: [IDX]Indonesia Stock Exchange

Post  RoxaR on Sat Oct 04, 2008 1:21 pm

Berikut kronologi krisis finansial AS

16 Maret:

Bank investasi, Bear Stearns diobral kepada JP Morgan Chase hanya US$ 236 juta. Akuisisi itu dimotori oleh Bank Sentral AS (Federal Reserve).

7 September:

Depkeu AS mengambil alih 2 perusahaan pembiayaan rumah terbesar AS: Fannie Mae dan Freddie Mac, sekaligus memberikan jaminan atas utang masing-masing institusi sebesar US4 100 miliar.

15 September:

Bank investasi raksasa Wall Street, Lehman Brothers mendaftarkan perlindungan kebangkrutan, setelah gagal mendapatkan investor, termasuk pemerintah AS yang tak mau memberikan bailout.

Di hari yang sama, Merrill Lynch mengumumkan kesepakatan untuk diakuisisi oleh Bank of America dengan nilai transaksi US$ 50 miliar.

Lembaga pemeringkat menurunkan peringkat utang American International Group (AIG). Saham perusahaan asuransi ini juga merosot hingga 60,8%.

Bank Sentral AS menyuntikkan US$ 70 miliar ke pasar.

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot hingga 504 poin atau 4,42%. Ini adalah kemerosotan terbesar sejak September 2001. Bursa-bursa Eropa pun ikut bertumbangan.

16 September:

Pemerintah AS akhirnya menyelamatkan AIG melalui suntikan modal hingga US$ 85 miliar, dengan imbalan 79,9% saham perusahaan asuransi raksasa itu. The Fed kembali menyuntik pasar hingga US4 50 miliar.

17 September:

Saham-saham kembali berjatuhan karena ketidakpastian ekonomi. Indeks Dow Jones merosot hingga 449 poin (4,06%). Bapapem AS juga mengeluarkan larangan untuk sejumlah transaksi short-selling.

18 September:

The Fed dan Bank Sentral global menyuntikkan US$ 300 miliar ke psar kredit. Saham-saham kembali menguat setelah diumumkannya rencana bailout.

Menkeu AS Henry Paulson dan Gubernur The Fed Ben Bernanke memulai pembicaraan untuk paket penyelamatan ekonomi melalui pembelian aset-aset beracun dari lembaga keuangan. Indeks Dow Jones sempat menguat hingga 410 poin.

19 September:

Pemerintah AS meminta kongres untuk segera menyetujui rencana penyelamatan US$ 700 miliar, yang merupakan rencana penyelamatan ala 'BLBI' yang terbesar dalam sejarah.

Fed kembali memompakan US$ 20 miliar ke pasar kredit. Saham-saham global kembali menguat.

21 September:

The Fed mengumumkan Goldman Sachs dan Morgan Stanley ---2 bank investasi yang masih tersisa di Wall Street --- akhirnya menanggalkan status bank investasi dan menjadi perusahaan holding bank.

24 September:

Presiden Bush secara nasional memberikan pidato yang menyatakan bahwa perekonomian AS berada dalam bahaya jika kongres tidak memberikan persetujuan atas rencana bailout tersebut. Bush juga mengundang 2 capres: Barrack Obama dan John McCain untuk ikut pertemuan di White House membahas krisis tersebut.

25 September:

Kongres mengumumkan kesepakatan fundamental atas prinsip-prinsip dari rencana penyelamatan tersebut, meski akhirnya pembicaraan mengalami deadlock.

26 September:

Washington Mutual (WAMU), bank terbesar di AS kolaps. JPMorgan Chase selanjutnya membeli sebagian aset WAMU senilai US$ 1,9 miliar.

29 September:

DPR AS menolak rencana bailout melalui voting 228-205, dengan Republik paling banyak menolak rencana tersebut. Indeks Dow Jones pun merosot hingga 778 poin, atau terbesar dalam sejarah.

1 Oktober:

Senat menyetujui paket penyelamatan ekonomi darurat, yang termasuk didalamnya adalah pengurangan pajak dan kenaikan penjaminan untuk simpanan bank dari US$ 100.000 menjadi US4 250.000.

3 Oktober:

DPR AS menyetujui UU Penyelamatan Ekonomi melalui bailout dalam voting 263-171. Presiden Bush selanjutnya menandatangani UU tersebut, sementara Menkeu Henry Paulson diminta segera bergerak cepat membeli aset-aset beracun dari sektor finansial.


AFP
avatar
RoxaR
newbie

Jumlah posting : 57
Registration date : 22.09.08

Lihat profil user http://www.roxar.wordpress.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: [IDX]Indonesia Stock Exchange

Post  RoxaR on Mon Oct 06, 2008 9:14 am

BNI Hapus Buku Obligasi Lehman

Para bankir papan atas juga sudah menyatakan perbankan nasional akan
aman. Salah satu bank lokal yang mempunyai portofolio di Lehman Brothers
adalah PT Bank Negara Indonesia Tbk. Bank beraset Rp 174 triliun itu
memegang surat utang bank investasi terbesar keempat di AS tersebut
senilai USD 7,8 juta (sekitar Rp 72 miliar).

Namun, Dirut BNI Gatot M. Suwondo saat berlebaran di kediaman Menkeu
kemarin menyatakan, BNI mungkin akan menghapus aset tersebut karena
potential lost-nya sangat kecil.

Otoritas bursa juga sudah mencermati secara detail dampak-dampak krisis
global. ''Kami sudah cermati. Kita lihat dalam perdagangan pembukaan
besok (6/10),'' ujar Dirut BEI Erry Firmansyah. Sebagai antisipasi,
otoritas bursa juga sudah melarang aktivitas short selling.

Pelarangan dimulai sejak pembukaan perdagangan besok (6/10). BEI tidak
akan menerbitkan daftar saham yang bisa ditransaksikan dalam posisi
short Oktober ini. Bapepam-LK juga akan memeriksa para pelaku pasar yang
mempraktikkan naked short-selling.

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menyambut gembira persetujuan paket
bailout senilai USD 700 miliar itu. ''Meski tidak mampu menutup seluruh
kerusakan sektor finansial, kami berharap paket kebijakan itu bisa
menenangkan pasar uang dunia serta menghindarkan raksasa-raksasa
industri keuangan dari kebangkrutan,'' ujar Ketua Komite Tetap Fiskal
dan Moneter Kadin Indonesia Bambang Soesatyo di Jakarta kemarin (4/10).

Kadin menilai, redanya krisis finansial di AS berdampak positif bagi
perekonomian nasional. Dengan pasar uang global yang lebih rasional,
Kadin berharap spekulasi di pasar uang domestik tidak berlanjut.
''Dengan begitu, rupiah bisa kembali menguat hingga ke posisi yang
ditargetkan di APBNP 2008,'' jelasnya.

Meski demikian, Kadin meminta agar Bank Indonesia mewaspadai kemungkinan
banjirnya hot money ke sistem finansial domestik, menyusul pulihnya
kepercayaan pasar pada sistem finansial global serta stabilitas keuangan
domestik. Kadin menilai, derasnya arus valuta asing yang masuk ke sistem
finansial domestik tidak memiliki peran positif bagi pertumbuhan ekonomi
melalui nilai investasi dan ekspor.

Penempatan valas secara singkat di berbagai instrumen pasar uang hanya
berperan menambah cadangan devisa secara tak permanen.
(sof/eri/noe/agm/oki)
avatar
RoxaR
newbie

Jumlah posting : 57
Registration date : 22.09.08

Lihat profil user http://www.roxar.wordpress.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: [IDX]Indonesia Stock Exchange

Post  RoxaR on Mon Oct 06, 2008 9:17 am


Ulasan Pagi 6 Oktober 2009


Index regional dibuka minus semua…. efek dari hasil pengesahaan UU bailout di US belum memberikan dampak siknifikan terhadap sentimen pasar. IHSG pagi ini juga berpeluang terkoreksi akibat imbas dari sintemin buruk bursa regional.

Hal yang perlu di cermati sebagai investor maupun trader…. bahwa dalam situasi apapun selalu ada kesempatan untuk memperoleh profit dari market. kita perlu memperhatikan sektor sektor yang tidak terlalu terpengaruh oleh jatuhnya index.

Jika kita seorang investor penurunan ini memperikan peluang untuk menambah posisi investasinya karena harga sudah cukup kompetitif jika time frame untuk jangka panjang.
Untuk trader jika tidak ada waktu mengamati pergerakan pasar sebaiknya stay cash dulu, tetapi jika memiliki waktu untuk trading intraday….ada kesempatan untuk BOW beberapa saham yang walaupun bearish masih bisa memerikan gain….

stay save trading…… Smile

Good Luck!
avatar
RoxaR
newbie

Jumlah posting : 57
Registration date : 22.09.08

Lihat profil user http://www.roxar.wordpress.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: [IDX]Indonesia Stock Exchange

Post  RoxaR on Tue Oct 07, 2008 9:14 am

Ulasan Pagi 7 Oktober 2009

Setelah kemarin menjadi black monday, apakah hari ini akan menjadi black black selanjutnya? Smile

Kembali untuk investor long term saya ingatkan untuk tidak perlu panik. Dalam waktu dekat memang index diperkirakan akan jatuh sangat dalam, hal ini tak lepas dari kondisi ekonomi global yang sudah mulai memburuk akibat dampak dari krisis US.

Dari dalam negeri sendiri, BI kemungkinan akan menaikan ratenya untuk menahan kejatuhan rupiah yang sempat menembus 9500 kemarin…..

Efek dari hal tersebut adalah kemunkinan terjadi outflow dari emerging market ke deposito. Tentunya ini akan menurunkan index secara keseluruhan. Tapi untuk long term saat seperti ini akan menjadi momen yang jarang ditemui dalam bull market.

Market discount everything

Bagi investor jangka panjang hal ini peluang untuk mengoleksi saham saham berfundamental bagus di harga murah.

Untuk trader, sebaiknya wait and see dulu karena masih dalam suasana bearish berat.

Hope for better day in IDX Smile

Good Luck!
avatar
RoxaR
newbie

Jumlah posting : 57
Registration date : 22.09.08

Lihat profil user http://www.roxar.wordpress.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: [IDX]Indonesia Stock Exchange

Post  RoxaR on Wed Oct 08, 2008 8:52 am

Ulasan Pagi 8 Oktober 2009

Sepertinya belum ada titik terang dari krisis finansial global ini, DOW menyerah dengan turun tajam di posisi 9,447.11 turun -508.39 (-5.11%).

Bursa Asia juga mengalami kepanikan menusul melemahnya DOW. Begitu pula bursa IHSG berpeluang besar untuk terjun bebas.

Hal yang menarik semua saham Bakrie kemarin di suspend sehingga penurunan IHSG bisa tertahan. Semoga dengan suspensi untuk hari ini bisa sedikit memberi nafas buat IHSG untuk tidak terjun bebas.

Untuk trading membutuhkan ekstra kehati hatian. jangan memaksakan trading jika memang skill dirasa belum mantab, karena resiko untuk lost sangat besar di market bearish seperti ini. CL jga harus diterapkan secara disiplin jika ingin tetep trading. Bagi yang tidak punya waktu penuh untuk memantau market sebaiknya stay out saja. Bukan takut tapi realistis dengan keadaan, sehingga bisa meminimlisasi potensial lost.

keep save your capital Smile

Good Luck!

http://roxar.wordpress.com/forum/#comment-213
avatar
RoxaR
newbie

Jumlah posting : 57
Registration date : 22.09.08

Lihat profil user http://www.roxar.wordpress.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: [IDX]Indonesia Stock Exchange

Post  RoxaR on Sun Oct 12, 2008 3:56 pm

G7 berjanji tenangkan pasar


Negara G-7 berjanji menenangkan pasar keuangan yang sedang panik
Para menteri keuangan dari negara-negara industri maju menyatakan tekad untuk bertindak guna menangani krisis keuangan.

http://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2008/10/081011_g7pledge.shtml
avatar
RoxaR
newbie

Jumlah posting : 57
Registration date : 22.09.08

Lihat profil user http://www.roxar.wordpress.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: [IDX]Indonesia Stock Exchange

Post  RoxaR on Mon Oct 13, 2008 12:01 am

Pandangan tentang ekonomi makro Indonesia Smile


Karena kurs Rupiah sempat capai Rp 10.130 pada Jumat sore, membuat saya terpaksa membuka-buka data dan melakukan analisa kondisi makro ekonomi Indonesia dengan lebih rinci. Analisa tersebut tentunya memakai data-data terakhir yang direlease oleh pemerintah dan juga merefer data-data pada saat kejadian krisis moneter tahun 1997-1998. Ternyata data-data makro ekonomi Indonesia saat ini, cukup membuat saya khawatir, karena kondisi saat ini, ada "kemiripan" dengan data-data pada saat Krisis moneter.

Untuk melihat kekuatan nilai tukar Rupiah, maka saya biasanya melihat nilai surplus ekspor Indonesia (karena inilah penambah cadangan devisa), berapa cadangan devisa Indonesia, yang diukur terhadap kemampuan untuk belanja impor, dan yang terakhir adalah berapa nilai hutang Pemerintah & juga pihak swasta ke perbankan di luar negeri. Berikut analisa kami :

KONDISI MAKRO SAAT KRISIS MONETER 1997 – 1998

* Surplus ekspor per bulan di tahun 1997 hanya sekitar US $ 980 juta. Sehingga cadangan devisa sulit untuk meningkat.
* Cadangan devisa Indonesia pada akhir tahun 1997 sekitar US $ 22 Milyard yang cukup untuk belanja impor untuk sekitar 6 bulan (US $ 22 milyard dibagi US $3.4 milyard).
* Tetapi hutang swasta kita saat itu, sudah mencapai US $ 34 Milyard. Hutang yang besar ini tidak menghasilkan Surplus Ekspor.
* Ditinjau dari devisa untuk belanja import, cadangan kita sebenarnya cukup. Namun surplus Ekspor kita sangat kecil perbulannya, sehingga tidak bisa menambah cadangan devisa dengan signifikan. Selain itu hutang swasta Indonesia, yang tidak terkendali kala itu, menambah tekanan pada cadangan devisa Indonesia. Akibatnya Rupiah runtuh dan akhirnya kita terpaksa pinjam ke IMF & World Bank sebesar US $ 30 Milyard.

BAGAIMANA KONDISI MAKRO INDONESIA SAAT INI ?

* Pemerintah baru saja merelease data Ekspor-Impor bulan Agustus 2008 dan kemudian saya bandingkan ke data s/d Agustus 2006 & 2007
* Data-data diatas membuat saya menjadi sangat khawatir. Surplus Ekpor kita per bulan di tahun 2008, hanya sekitar US $ 703 juta (dibanding US $ 3.3 Milyard di 2007). Data surplus Ekspor rata-rata per bulan di tahun ini, lebih kecil dari rata-rata per bulan di tahun 1997 (saat krismon)
* Nah yang lebih mengkhawatirkan saya adalah nilai impor per bulan yang sangat luar biasa besar. Bulan Agustus 2008, nilai impor s/d Agustus sudah mencapai US $ 89 Milyard. Bandingkan dengan data tahun-tahun sebelumnya yang hanya separohnya (US $ 40 Milyard & US $ 46 Milyard). Sehingga impor per bulan di Agustus 2008 capai US $ 11.2 milyard. Nilai ini sudah sangat besar dan hampir 3.5x saat Krisis Moneter.
* Lalu kalau kita perhitungkan dengan cadangan devisa kali ini, maka kekhawatiran saya semakin bertambah. Cadangan devisa Indonesia yang terakhir diumumkan pemerintah adalah US $ 57,1 Milyard dengan trend yang terus menurun (karena surplus Ekspor menurun drastis). Nilai ini kira-kira hanya cukup untuk 5 bulan impor (lebih kecil dari saat Krisis moneter, yang justru mampu sampai 6 bulan).
* Sedangkan hutang swasta yang melalui bank, mungkin saat ini lebih terkendali karena adanya pengamanan-pengamanan sejak krisis moneter. Namun yang kurang terkendali adalah hutang di bursa efek yang menggunakan agunan saham, contoh hutang group Bakrie yang ternyata mencapai US $ 1,4 Milyard. Mudah-mudahan tidak banyak perusahaan swasta yang melakukan hutang dengan skema gadai saham (repo) dan kemudian gagal bayar. Karena semakin besar nilai hutang yang gagal bayar, maka akan semakin menekan dan memperkecil cadangan devisa. Sehingga pada akhirnya akan melemahkan Rupiah dengan sangat drastis.


Smile
avatar
RoxaR
newbie

Jumlah posting : 57
Registration date : 22.09.08

Lihat profil user http://www.roxar.wordpress.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: [IDX]Indonesia Stock Exchange

Post  RoxaR on Mon Oct 13, 2008 8:53 am

Ulasan Pagi 13 Oktober 2009

Setelah beberapa hari IHSG di suspend, hari ini akan di buka, beberapa point penting yang perlu di perhatikan selama masa suspensi IHSG adalah :
-Adanya dukungan dari pertemuan negara G7 untuk memulihkan krisis keuangan global.
-Pemerintah US mulai membeli saham perbankan di wallstreet. Ini merupakan sentimen positif untuk pemulihan krisis global.
-Semua emiten BUMN selain bank siap melakukan buy back sahamnya masing masing dengan dana cadangan sebesar 25Trilliun. Dan emiten swasta seperti MEDC yang juga melakukan buy back sahamnya.
-Untuk perdagangan hari ini aturan autoreject diberlakukan 10%
-Bank Indoneisa melakukan intervensi ketat terhadap antisipasi penurunan matauang rupiah.
-Banyak Emiten yang sahamnya sudah turun dalam dan fundamental yang tetap bagus.

Dari rangkuman di atas, sebagai investor dan trader harus mempersiapkan segala sesuatu sebelum masuk di pasar. Kenali resiko, pilih emiten yang berkualitas secara fundamental dan tetap save trading.

Smile

Good Luck!

http://roxar.wordpress.com/forum/#comment-223
avatar
RoxaR
newbie

Jumlah posting : 57
Registration date : 22.09.08

Lihat profil user http://www.roxar.wordpress.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: [IDX]Indonesia Stock Exchange

Post  RoxaR on Mon Oct 13, 2008 9:11 am

SIGNS A BEAR MARKET IS ENDING
1. Bad news abundant. The stock market always seems to
start up before the bad news (about lower industrial
production, unemployment, lack
of consumer confidence, etc.) stops. At that point,
the market will be acting ‘‘contrary to the obvious,’’
which is usually a good sign that the
market is right in whatever it does.

2. Credit. Still tight. But credit balances in
brokerage accounts usually are considerable. Large
holdings in bonds and other cash-related investments.
This latent buying power is what will give a new bull
market its stamina.

3. Stock Market. Volume low, not much interest. Stocks
selling at low price earnings ratios, high yields. But
then new lows in the DJIA and
S&P occur on even lower volumes. Some key stocks begin
to show good rally potential. Volume tends to increase
on rallies, decrease on dips.
Charts are the way to spot this.

4. Confidence. Nil. Pessimistic forecasts made for the
market and for business. Guideposts for Bear Markets
35

5. Real Estate. Unless it has been an inflationary
bear market, real estate prices will be down. It is
hard to sell property. Lots of empty commercial
buildings. Rents reduced. Foreclosures rise.

6. Bonds. Government bond buying is popular.*
avatar
RoxaR
newbie

Jumlah posting : 57
Registration date : 22.09.08

Lihat profil user http://www.roxar.wordpress.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: [IDX]Indonesia Stock Exchange

Post  RoxaR on Thu Oct 16, 2008 10:28 am

16 Oktober 2008

Hasil laporan Current Economic Condition (Beige Book) di 12 distrik The Fed yang di keluarkan The Fed tadi malam membuat bursa amerika bereaksi negative dan mengalami penurunan yang cukup dalam.

Summary secara singkat :

- Consumer spending decrease

- Manufacturing slowed

- Residential real estate market weak

- Credit were tight

- Agriculture & resources were positive

- Inflationary moderate

- Lower capital spending
avatar
RoxaR
newbie

Jumlah posting : 57
Registration date : 22.09.08

Lihat profil user http://www.roxar.wordpress.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: [IDX]Indonesia Stock Exchange

Post  RoxaR on Thu Oct 16, 2008 10:35 am

Economic Update : RESILIENSI EKONOMI ASIA TERHADAP PERLAMBATAN EKONOMI GLOBAL



News Highlights:



* Penjualan mobil ASII selama bulan September 2008 bertumbuh 43% menjadi 28,495 unit dibandingkan bulan yang sama tahun lalu.



* Sementara itu penjualan mobil Indonesia pada bulan September 2008 bertumbuh 35% menjadi 55.230 unit dibandingkan 41.036 unit pada bulan yang sama tahun lalu.



* BBRI berhasil menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) senilai Rp5 triliun untuk 1,2 juta nasabah per 10 Oktober 2008.



* Bank Mandiri menangi tender kartu tol.



* JSMR dan WIKA telah menyelesaikan fit and proper test untuk menguasai 70% saham PT. Marga Nujyasumo Agung (MNA), perusahaan pengelola jalan tol ruas Surabaya – Mojokerto.



* BBKP siap untuk mengucurkan kredit untuk pembangkit listrik dalam program percepatan pembangkit listrik 10.000 MW sebesar Rp. 50 miliar – Rp. 100 miliar hingga akhir tahun ini.



* Telkomsel Siaga 2008, program rutin Lebaran Telkomsel, anak usaha TLKM, mendapat respons positif dari pelanggan dengan peningkatan mencapai dua kali lipat dibandingkan pencapaian Telkomsel Siaga tahun lalu.



* 21 Emiten menyiapkan dana sampai 17,91 triliun untuk buy back saham yang beredar.



* PTBA bersama ANTM, TINS yang menggandeng Grup Djarum, Ancora Capital dan Northstar Pacific sedang melakukan pembicaraan untuk mengambil 35% saham BUMI milik BNBR.



* BNBR diminta untuk segera memulai proyek pipa transmisi gas Kalimantan – Jawa Tengah (Kalija) di segmen jawa tengah karena telah ata jaminan pasokan gas 200 MMscfd per hari dari Petronas wilayah kerja Muria Kepodang.



* GJTL akan menyiapkan dana US$ 325 juta untuk melunasi hutangnya yang jatuh tempo 2010 senilai US$ 325 juta.



* Dua emiten Grup Astra melansir kinerja mereka selama September 2008.



* Kinerja keuangan kuartal tiga ADHI melonjak tajam mencapai Rp 3 triliun dengan laba bersih Rp 52 miliar.



* BEI menjajaki auto rejection untuk saham manik hingga 25% mulai hari ini



* Asia Finance Bank (AFB) lembaga keuangan syariah asal Malaysia, akan mendirikan bank syariah pada pertengahan 2009 di Indonesia dengan investasi awal Rp. 40 miliar



* Pada tahun anggaran 2008 per 30 September 2008 lalu Pemerintah AS membukukan deficit US$ 455 miliar.

* Keputusan UE menerbitkan aturan baru DREFQ untuk ekspor CPO ke beberapa Negara mendapat reaksi dari lembaga sertifikasi produk CPO dalam negeri.



* Himpunan Industria Alat Berat Indonesia (HIINABI) memperkirakan produksi alat berat Indonesia tahun 2009 akan turun 18% dibandingklan tahun ini menjadi 5.500 unit



* Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) akan tumbuh sebesar 10% pada tahun 2009, lebih kecil dari pertumbuhan tahun ini sebesar 18%.



* PLN mengkawatirkan kontraktor lokal tidak dapat melanjutkan pembangunan pembangkit listrik di luar Pulau Jawa yang termasuk dalam mega proyek 10.000 MW



* Pemerintah dan DPR menyepakati defisit RAPBN 2009 sebesar Rp 53,09 triliun atau 1% dari PDB,
avatar
RoxaR
newbie

Jumlah posting : 57
Registration date : 22.09.08

Lihat profil user http://www.roxar.wordpress.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: [IDX]Indonesia Stock Exchange

Post  RoxaR on Sun Oct 19, 2008 9:36 am

Short Term Target

ANTM:
Saham yang public listed (atau diperdagangkan di BEI) adalah 34.24% dimana akhir september ini porsi asing tinggal 12.5% dan lokal 21.7%. Per jumat kemarin, data kami menunjukkan porsi asing tinggal sekitar 10%an. Posisi awal tahun asing punya 16%an ANTM. Yang jelas untuk ANTM asing masih akan melakukan tekanan jual karena asing yang akan bertahan di ANTM ini menurut analisa kami hanya sekitar 7%. Artinya kalau beberapa institusi yang sedang kekeringan likuiditas iu belum dapat suntikan dana segar atau kemudahan likuiditas lain, kondisi tersebut akan tercapai. Target price kami sekitar 880-930 saat mebawa IHSG ke 1200.
Buyback ANTM hanya punya dana Rp 200milyar. Anda bisa hitung sendiri cumadapat berapa banyak ANTM. Sementara transaksi harian ANTM saja sudah sekitar rata-rata Rp50-70milyar. Buyback di ANTM tidak akan terlalu berpengaruh.

BUMI:
Mengingat management bakrie yang suka high leverage sampai mau jual saham anak perusahaannya, hal ini mebuat investor yang akan membeli BUMI meminta harga di bawah harga pasar. Sementara itu selling pressure BUMI diperoleh dari beberapa institusi asing yang sudah membeli BUMI di posisi 800-1000an (Coba cek posisi Merril Lynch dan beberapa institusi yang collect BUMI di awal 2006). Dengan beberapa kondisi terbaru terkait Tata Group dan beberaa konsorsium yang mau membeli BUMI, apalagi didukung fundamental BUMI yang maish sangat bagus (cash BUMI masih cukup untuk memayar short-term debt nya, lain dengan BNBR), target price kami untuk BUMI 1200-1300.

UNSP:
Masih akan ada sedikit tekanan jual hanya dari margin trader dan shortseller. Yang banyak memegang UNSP adalah investor retail,saya bisa menyimpulkan ini dari besarnya rekening yang memegang UNSP serta dari rata-rata volume/frekuensi perdagangan harian UNSP.
Penurunan UNSP tidak akan terlalu dalam lagi, target price sekitar 350-380.

TINS:
TINS salahsatu favorit institusi asing karena bisnisnya yang secara longterm masih sangat solid (mirip dengan BUMI yang secara fundamental sangat bagus) didukung management yang jauh lebih baik dari Bakrie. Dari sisi cash yang masih Rp 1.35 T di Q2 2008 dengan shorterm debt hanya Rp 80 milyar. Dengan melihat financial performance dan proyeksi kami, PBV 1.51x, PER 0.6x, ROE hampir 50%, net income margin 27%, low debt/equity ratio dan berbagai pertimbangan fundamental lainnya yg sudah totally undervalue, serta dari sisi institusi asing yang masih akan keep TINS, target price kami saat IHSG 1200, TINS akan masih berada di level 1000-1050 (tidak jauh berbeda dengan kondisi saat ini)


Disclaimer: Always On
avatar
RoxaR
newbie

Jumlah posting : 57
Registration date : 22.09.08

Lihat profil user http://www.roxar.wordpress.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: [IDX]Indonesia Stock Exchange

Post  RoxaR on Sun Oct 19, 2008 9:46 am

Possible kah IHSG ke level 800 an? Bisa jadi karena beberapa alasan:

1). Asing mendominasi perdagangan di Bursa Indonesia dengan komposisi sampai 70% yang sering dinamakan "hot money" atau hedge funds, yang berarti setiap saat bisa ditarik oleh investor untuk diinvestasikan di negara lain atau negara asal mereka. Apalagi dengan krisis yang terjadi di AS, sangat mungkin pemerintah AS mnghimbau agar semua dana institusi keuangan AS yang ada diluar AS ditarik kembali ke AS untuk menopang fundamental keuangan negara mereka.

2). Pergerakan bursa selama ini ditopang oleh saham berbasis Energi, Pertambangan dan Perkebunan. SEktor-sektor ini otomatis sangat berhubungan dengan harga minyak dunia yang belakangan menunjukkan trend menurun, bahkan sangat mungkin kembali ke level harga 2 tahun yang lalu (USD$ 45-$50, karena memang kenaikkan minyak lebih disebabkan oleh faktor spekulasi, bukan karena perubahan Fundamental yang signifikan i.e permintaan minyak yang meningkat, bahkan sangat mungkin terjadi penurunan permintaan oleh krisis di AS yang merupakan 20% pengkonsumsi minyak dunia -bandingkan dengan China dan India yang digabung hanya 9% dari permintaan minyak dunia). Beberapa bulan terakhinr indikasi ini semakin jelas, jika harga minyak dunia naik, maka IHSG akan turut naik begitu pula sebaliknya. Dan ini akan menjadi berbahaya dan fragile karena akan menjadi lahan spekulasi bagi investor yang bermodal kuat.

3). Intervensi yang berlebihan dari otoritas yang tujuannya melindungi beberapa emitmen yang karena ketamakkannya (dan mungkin juga sumpah dari puluhan ribu warga miskin yang merasa dirugikan) harus melihat kejatuhan bisnis nya satu per satu tanpa bisa berbuat apa-apa. Ini sangat berbahaya, membuat investor asing tidak merasa aman untuk beriventasi di Bursa Indonesia (volume perdagangan yang sangat tipis beberapa hari belakangan ini). Dengan dalih untuk menjaga bursa dari pengaruh global dan investor yang tidak rasional. Padahal itu adalah konsekuensi dari Free market economy sehingga pada akhirnya harga akan mencari titik keseimbangannya sendiri, dan lagi "semakin irasional keadaan, semakin besar kesempatan untuk berinvestasi dan mendapatkan keuntungan".

4). Faktor Lainnya seperti, tingginya tingkat suku bunga (9.5%) sehingga banyak investor memilih investasi yang aman (karena dijamin hingga 2 milyar) dalam bentuk deposito dan menarik dana investasi dari saham. Tinggiinya bunga pinjaman bank berakibat tingginya biaya financing yang harus dipikul emitmen dan investor (jika mamakai fasilitas margin- dan memperbesar resiko forced selling) dan tingginya angka inflasi di Indonesia sehingga "value of money" dari rupiah pun terdepresiasi secara signifikan, membuat banyak orang mencari "lindung nilai" dari investasi mereka yaitu dengan cara membeli logam mulia atau valuta asing.

Apakah ada yang bisa dilakukan untuk meminimalkan turbulensi dari krisis global terhadap Bursa Indonesia? Ayo coba kita brainstorming dan pikirkan bersama karena efeknya tentu sangat besar bagi sektor riil perekonomian negara kita.
Contoh : Dengan tegas kita minta otoritas bersikap adil dan tidak melindungi emitmen tertentu karena memang risiko perusahaan terdaftar di bursa harus ditanggung oleh emitmen tersebut justru hal tersebut bisa mematikan investor menengah lokal yang mempunyai saham emitmen tersebut tidak dapat menjual saham mereka selagi masih ada nilainya, karena bisa dipastikan begitu dibuka suspend nya, nilai saham emitmen tersebut akan terjun bebas 10% setiap hari (sesuai auto reject policy) sampai mendekati titik minimum (barulah kemudian saham tersebut diborong oleh spekulator bermodal kuat)

Smile
avatar
RoxaR
newbie

Jumlah posting : 57
Registration date : 22.09.08

Lihat profil user http://www.roxar.wordpress.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: [IDX]Indonesia Stock Exchange

Post  RoxaR on Sat Nov 01, 2008 5:04 pm

Ekonomi global sudah akan pulih 2009? Jangan terlalu yakin dulu!
Sejumlah ekonom dunia, termasuk peraih Hadiah Nobel Ekonomi Paul
Krugman yang awalnya optimistis ekonomi Amerika Serikat tak akan
sampai mengalami resesi pun, tak menutup kemungkinan kondisi masih
akan memburuk.
Hal ini terutama dikaitkan dengan perkembangan terakhir di negara
berkembang, di mana dampak krisis global telah menyeret perekonomian
dalam krisis nilai tukar yang berpotensi berkembang menjadi krisis
mata uang terbesar yang pernah ada (istilah Krugman the mother of all
currency crisis).

Di Eropa Timur, dampak krisis global mengakibatkan resesi di sejumlah
negara. Rontoknya nilai tukar akibat penarikan dana oleh investor,
yang dibarengi dengan anjloknya penerimaan ekspor dan tingginya
inflasi, memunculkan risiko kebangkrutan seluruh ekonomi Eropa Timur.

Sejauh ini, sudah enam negara di Eropa Timur yang meminta uluran
tangan Dana Moneter Internasional, yakni Hongaria, Eslandia, Rusia,
Ukraina, Turki, dan Belarus. Nasib sama dialami emerging market di
Amerika Latin, dengan Argentina berpotensi terpuruk dalam krisis utang
lagi. Di Asia, baru Pakistan yang mengajukan permintaan dana darurat
dari IMF.

Krugman dan analis valas di Morgan Stanley, Stephen Jen, mencemaskan
akan terjadinya kejatuhan tajam (hard landing) nilai aset-aset dan
perekonomian emerging markets dan ini berpotensi menjadi pemicu
(episentrum) krisis global baru (setelah krisis finansial AS) dalam
beberapa bulan mendatang. Dampak krisis ini juga akan sangat memukul
negara maju dan perekonomian global.

"Ini ibarat pemerintah bertempur dalam peperangan yang tak mungkin
mereka menangi. Pengambil kebijakan di kawasan (Eropa Timur)
dihadapkan pada situasi seperti Asia tahun 1997 dan Nordik tahun 1997,
usaha gagah berani, tetapi hampir tak ada efeknya," ujar spesialis
emerging market Danske Bank, Lars Christensen, mengenai langkah yang
ditempuh pemerintah untuk menyelamatkan rupiah, perbankan, dan
ekonomi.

PHK massal

Di AS sendiri, dampak krisis mulai menyebar ke seluruh penjuru
ekonomi. Pemutusan hubungan kerja (PHK) massal mulai terjadi, baik di
perusahaan swasta maupun pemerintah.

Seperti sudah diantisipasi, AS sekarang ini memasuki resesi terburuk
sejak Depresi Besar tahun 1930. Ekonom JP Morgan Chase memperkirakan
produk domestik bruto (PDB) AS hanya akan tumbuh 0,5 persen pada
triwulan ketiga tahun ini dan mengalami penurunan 4 persen pada
triwulan terakhir 2008 (penurunan tertajam sejak resesi 1981-1982).

Angka pengangguran diprediksi sebesar 8-8,5 persen pada akhir tahun.
Lima sektor dengan angka PHK terbesar adalah sektor finansial,
otomotif, pemerintahan/organisasi nirlaba, transportasi, dan ritel.
Separuh lebih industri peleburan baja sudah tutup karena anjloknya
permintaan. Belanja konsumen juga terus terpuruk.

Pemulihan ekonomi AS dan negara maju lain diperkirakan belum akan
terjadi dalam waktu dekat. Kendati Fed (diikuti bank-bank sentral
negara lain) kemarin kembali menurunkan suku bunga antarbank ke titik
terendah sejak krisis dot.com tahun 2003 (1 persen), perbankan masih
enggan menyalurkan kredit ke sektor riil dan masyarakat.

Ekonomi AS saat ini, menurut ekonom terkemuka Joseph Stiglitz,
dihadapkan pada krisis likuiditas, krisis solvensi, dan problem
makroekonomi sekaligus. Kemerosotan ekonomi sekarang ini ibaratnya
baru fase pertama penurunan ekonomi secara tajam (downward spiral)
yang harus dilalui AS dalam proses penyesuaian yang tak terelakkan
sampai harga rumah kembali ke level ekuilibrium dan utang eksesif yang
menopang ekonomi AS selama ini teratasi.

Rekapitalisasi perbankan yang akan ditempuh pemerintah sekarang ini
juga baru satu tahap dari lima tahap yang harus ditempuh untuk keluar
dari krisis finansial. Langkah lainnya, meredam gelombang kebangkrutan
dan penyitaan rumah. Selain itu, kebijakan stimulus untuk menggerakkan
ekonomi termasuk dengan meningkatkan tunjangan pengangguran serta
investasi di infrastruktur dan teknologi.

Langkah lainnya adalah memulihkan kepercayaan pasar melalui perbaikan
regulasi pasar finansial serta membentuk badan multilateral yang
efektif untuk mengawasi jalannya sistem finansial global.

Sejauh ini, langkah stimulus yang ditempuh pemerintah baru menyangkut
sektor industri. Pemerintahan Bush mengungkapkan, kemungkinan
memperluas jangkauan bail out ke sektor asuransi, dengan nilai total
dana talangan lebih dari 2 triliun dollar AS. Namun, tak sekali pun
mereka menyebut kemungkinan dikeluarkannya paket penyelamatan bagi
jutaan warga yang terancam kehilangan pekerjaan, rumah, dan tabungan.
Artinya, masih banyak yang harus dilakukan sebelum ekonomi AS
benar-benar pulih.

Bagi perekonomian global dan negara berkembang, ini tentu kabar buruk
sekaligus pesan untuk menjaga stamina menghadapi kemungkinan resesi
berkepanjangan. Sebelumnya, IMF memprediksikan akan terjadi
perlambatan ekonomi global beberapa triwulan ke depan. Pemulihan
ekonomi baru akan terjadi tahun 2010 dengan pertumbuhan ekonomi global
menciut dari 5 persen (2007) menjadi 3,9 persen tahun 2008 dan 3
persen tahun 2009. Di AS sendiri, ekonomi diperkirakan hanya tumbuh
0,1 persen tahun 2009.

TAT
Sumber : Kompas Cetak
avatar
RoxaR
newbie

Jumlah posting : 57
Registration date : 22.09.08

Lihat profil user http://www.roxar.wordpress.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: [IDX]Indonesia Stock Exchange

Post  RoxaR on Sat Nov 01, 2008 5:11 pm

ANTAM PROFITS Rp 1,624 BILLION IN THE FIRST NINE MONTHS OF 2008
Home arrow News, Reports and Events arrow News Releases

Jakarta, October 31st, 2008 – PT Antam Tbk (ASX - ATM; IDX - ANTM) announces today consolidated unaudited net profit of Rp1,624 billion and Earnings per Share (EPS) of Rp170.30 for the first nine months of 2008. The decrease is attributed to lower sales revenue from nickel combined with increased costs associated with higher fuel and materials prices. Antam's net profit fell 58% compared with the Rp3,831 billion and EPS of Rp401.69 in the first nine months of 2007.



Antam's President Director Alwin Syah Loebis said:



"We are currently confronting a dramatic change in our industry and in the global competitive environment, and that requires us to look for additional ways to remain competitive by reducing our costs. We are planning to optimise the FeNi III smelter next year by redesigning the smelter. This plan is in time with the current market conditions which call for the possibility of reducing our ferronickel production level next year. We remain committed to deliver good profitability and returns to our shareholders."



Revenue decreased 8% to Rp7,576 billion compared to Rp8,270 billion in the first nine months of 2007. Despite a 36% higher sales volume of ferronickel to 12,616 tonnes nickel contained in ferronickel, lower nickel prices during the first nine months of 2008 lowered nickel sales revenue by 24% to Rp5,560 billion.



Sales of contained nickel increased due to the higher ferronickel production during the first nine months of 2008, largely due to stable and safe operations of Antam's ferronickel smelters, including the FeNi III smelter. Despite higher sales volume, revenue from ferronickel was 14% lower at Rp2,898 billion as the average selling price of ferronickel dropped by 38% to US$11.29 per lb.



With the lower nickel demand during the third quarter of 2008, sales volume of high grade nickel ore increased by only 2% over the same period last year to 2,791,664 wmt. Lower demand also decreased sales of low grade nickel ore by 29% to 1,744,893 wmt. Inline with a 23% lower sales price of nickel ores at US$63.48 per wmt, total nickel ore sales revenue in the first nine months of 2008 decreased by 31% to Rp2,662 billion if compared to the first nine months of 2007.



Meanwhile, Antam's gold sales for the nine month period increased by 72% to 6,424 kg due to the extensive gold trading by Antam's precious metals refinery unit, Logam Mulia. Antam's trading activities mostly consist of buying gold scrap and reprocessing it into pure gold bars for sale. Gold production in the first nine months of 2008 amounted to 2,072 kg, a 3% decrease compared to the same period last year. This is attributed to lower grades of gold ore. During the first nine months of 2008, the gold grades amounted 9.48 grams per ton, compared to 9.74 grams per ton reached during the same period last year.



The cost of goods sold rose 77% to Rp4,853 billion. This is due to the increased materials cost as well as higher ore mining fees inline with higher fuel prices. Materials cost rose 114% to Rp1,753 billion as Logam Mulia's extensive third parties gold processing continued. The margin on gold trading was lower than gold sales from Antam's own Pongkor's gold mine. During the first nine months of 2008, materials cost of gold processing amounted to Rp1,118 billion or 64% of Antam's materials costs. Cost of ore mining rose 137% to Rp1,282 billion on higher fuel price. Increase in cost of goods sold was also due to higher fuel costs. Higher fuel prices in combination with increased ferronickel production made fuel costs increased to Rp771 billion during the first nine months of 2008. Government royalty fees decreased 29% to Rp159 billion inline with decreased Antam's revenues.



Inline with the optimisation of the FeNi III smelter, Antam's ferronickel output may be reduced next year. Antam is currently finalising the optimisation plan, which will include a time frame as well as the impact on its production target next year. Antam will disclose more details of the plan by early next year. Inline with lower ferronickel output next year, Antam expects additional savings from lower fuel and energy consumption at Antam's power units and smelters, as well as reduced consumption of plant materials. As part of its long term cost reduction initiative, Antam is currently evaluating the possibility of utilizing a more cost efficient coal fired power plant. Antam will invite a third party power plant developer to build the coal fired power plant. Power will be supplied by an Independent Power Producer or using a rental concept, with an agreed upon electricity price.



Balance Sheet



Assets

Antam's total assets decreased 4% to Rp10,528 billion mostly due to 4% increase in non current assets to Rp4,033 billion could not offset lower current assets by 8% to Rp6,495 billion. Some significant accounts contributed to lower current assets such as cash, inventories and trade receivables.



Current Assets

Antam's current assets decreased 8% to Rp6,495 billion mainly attributed to lower cash and cash equivalents by 6% to Rp3,691 billion, lower inventories by 3% to Rp1,546 billion and lower trade receivables by 15% to Rp783 billion.



In terms of liquidity Antam still maintains healthly current ratio of 7x and net working capital of Rp2,462 billion on September 30th, 2008.



Cash and Cash Equivalents

Antam's cash and cash equivalents of Rp3,691 billion or decreased 6% compared to September 30th, 2007 consisted of cash on hand, cash in banks and time deposits with several national and international banks. Cash on hand and cash in banks decreased 30% to Rp720 billion and contributed 20% of total cash and cash equivalents. Meanwhile time deposits increased 2% to Rp2,971 billion and contributed 80% of total cash and cash equivalents on September 30th, 2008.



The range of interest rates from time deposits was between 6.25% to 9.5% per year for Rupiah deposits and 4% to 5.5% for US Dollar deposits, respectively.



Inventories

Antam's inventories (excluding allowance of obsolescence) consists of products inventory (47%), inventories in transit (24%), spareparts and supplies (22%) and work-in-process (7%). Products inventory in the form of finished products which consisted of ferronickel, nickel ore, gold and silver, gold and silver precipitates, bauxite ore and other finished goods increased 4% to Rp733 billion inline with increased nickel ore inventory and also gold and silver inventory as Antam increased gold trading in Logam Mulia.



Due to spareparts and supplies account decreased 39% to Rp333,7 billion as Antam did not conduct major overhaul or repairs this year, Antam's net inventories in total decreased 3% to Rp1,546 billion despite higher product inventory, inventory in transit and work-in-process.



Trade Receivables

Antam's third party trade receivables decreased 15% to Rp783 billion inline with lower nickel price charged to customers. 69% of trade receivables were current and overdue between 1-30 days while 31% were overdue for over 30 days. Antam believes that the allowance for doubtful accounts amounted to Rp46.8 billion is sufficient to cover losses from any possible non-collection of the accounts.



Non-Current Assets

Antam's non-current assets increased 4% to Rp4,033 billion, mostly due to increased deferred exploration and development expenditures and also increased deferred tax assets. Some accounts decreased such as fixed assets and investment in shares of stock but the amount could not offset total increased accounts.



Total Liabilities

Antam's total liabilities decreased 32% to Rp2,241 billion as both current and non current liabilities decreased 55% and 11%, respectively.



Current Liabilities

Total current liabilities decreased 55% to Rp878.8 billion mainly due to 89% decrease in taxes payables to Rp117.6 billion, 56% decrease of third party trade payable to Rp57.3 billion and 15% decrease of accrued expenses to Rp384.3 billion.



Non Current Liabilities

Antam's non current liabilities decreased 11% to Rp1,362 billion mainly due to the decrease of investment loan by 25% to Rp588 billion. Antam's pension and other post-retirement obligations decreased 3% to Rp639 billion also contributed to lower non current liabilities.



Total Stockholders' Equity

Stockholders' equity increased 11% to Rp8,283 billion as Antam's retained earnings jumped 13% to Rp7,305 billion, of which about 78% have been appropriated.



Financial Structure

Although Antam is currently facing a downward trend in commodity prices, with the increase of Antam's equity and the decrease in debt, the financial structure of Antam is still able to support its investment plans, in view of organic and inorganic growth if the opportunities arise and considerably have good returns. However, Antam believes in prudent financial philosophy and will only increase its debt level if it is certain that a project will advance.



Antam's debt to equity ratio decreased to 9.7% on September 30th 2008 from 13.4% in the same period of 2007. Meanwhile its debt to assets ratio decreased to 7.7% from 9.1% on September 30th, 2007.



On September 30th, 2008, total investment loan from BCA and Mandiri amounted to US$86 million or decreased 21% from US$109.3 million in the same period of 2007.



Cash Flow

In operating activities, Antam booked cash receipts from customers Rp8,473 billion and cash receipts from interest income of Rp110.3 billion. However some payments such as payment to supplier Rp5,000 billion, tax payment of Rp1,484 billion and payment to commissioners, directors and employees of Rp515 billion contributed to lower net cash provided by operating activities by 64% to Rp1,503 billion.



In investing activities, dividend income from PT Nusa Halmahera Minerals increased 12% to Rp134.8 billion, but some accounts increased significantly such as disbursements for exploration and development expenditures increased 50% to Rp235 billion and disbursements for deferred charges and equipment also increased 98% to Rp178 billion. Coupled with absence of cash receipts from income from penalty and insurance claim, loss on sale of property and payment of other assets and equipment, net cash used in investing activities increased 5,872% to Rp298.6 billion.



In financing activities, payment of dividends increased 231% to Rp2,052 billion due to performance of 2007 net income. As a result, net cash used in financing activities increased 127% to Rp2,212 billion.
avatar
RoxaR
newbie

Jumlah posting : 57
Registration date : 22.09.08

Lihat profil user http://www.roxar.wordpress.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: [IDX]Indonesia Stock Exchange

Post  Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik